Bima, SuaraBima. – Upaya penertiban yang dilakukan pihak Pemerintah Kecamatan Bolo bagi para pelaku pasar sore Desa Kananga Kecamatan Bolo mulai dilakukan. Akan tetapi, upaya tersebut belum mendapatkan respon yang baik dari pelaku pasar, bahkan pelaku pasar menolak untuk ditertibkan atau dipindahkan ke pasar induk kecamatan yang berlokasi dibagian utara pasar sila.

Saat upaya penertiban dilakukan pada Rabu (24/5) sekitar pukul 16.00 wita, tampak Camat Bolo Mardianah SH, jajaran Polsek Bolo dan jajaran Danramil Bolo.

Kehadiran Camat Bolo dan unsur keamanan tersebut, untuk mensosialisasi sekaligus mengarahkan agar seluruh pelaku pasar sore tidak lagi melakukan aktifitas jual beli ditempat itu, dan harus pindah di pasar induk kecamatan yang berlokasi dibagian utara pasar sila.

Sementara pelaku pasar sore,  Hasnah warga Desa Darusalam mengaku,dirinya bersama pelaku pasar lainnya tidak akan mau pindah ke pasar induk kecamatan yang berlokasi dibagian utara pasar sila. Hal itu dikatakannya, karena ketika kita pindah ke pasar induk jualan sedikit saja yang laku,”kalau kita pindah jualan sedikit saja yang laku,”katanya.

Diakuinya, dirinya pernah mencoba menjual ikan di pasar induk, hasil penjualan sangat minim beda dengan di pasar sore. Hal itu karena susah dijangkau oleh pembeli yang ada disekitar Desa Kananga, Rato dan Desa Leu.

Sementara Wati yang juga pelaku pasar sore asal Desa Kananga mengaku, dirinya susah untuk pindah ke pasar induk lantaran jauh dari kediamannya, kalau Saya harus pindah banyak hal tidak bisa dilakukan karena jauh dari tempat tinggal,”intinya kita tidak mau dipindahkan,”ujarnya

Agus Haris Rifaid asal Desa Kananga selaku pemilik pekarangan pasar sore mengatakan, terkait adanya rencana penertiban yang dilakukan pihak Pemerintah Kecamatan Bolo, dirinya menerima dengan legowo. Kalau pun pelaku pasar sore ingin pindah sesuai arahan pemerintah, silakan saja karena itu hak mereka,” kalau pelaku pasar ingin pindah silakan, itu hak mereka,”katanya. (SB-02)

Advertisements