Bima, KB.- Peninjauan kembali lokasi penanaman pohon hutan mangrove (bakau) yang dilakukan oleh dinas DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan) kabuapeten bima diwilayah bolo,madapangga dan soromandi pada senin 8/5 kemarin. Sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadapan masyarakat pesisir hal ini dilaksanakan bersama kabit bina lingkungan dan konserfasi DKP kaupaten bima,UPT DKP kecamatan bolo,soro mandi,madapangga bersama dengan kelompok tani penanaman hutan  mangrove (bakau).

Setelah konfirmasih langsung dengan Kabit bina lingkungan dan konfervasi DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan) kabupaten bima Fisabilil hak S,pi. pada hari senin 8/5. Kemarin mengataka “ peninjauan ini bertujuan untuk membina masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan pesisir untukmengupayakan sendiri rehabilitas ekosistim pesisir yang mengalami kerusakan.”katanya”

Pintahnya, diharapkan kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat bima secara umum untuk senantiasa menjaga konservasi lingkungan pesisir hingga berdampak pada subtansi nabel Resous (sumber daya).  Seperti pada saat kemarin kami telah melakukan suatu pelatihan terhadap kelompok-kelompok sadar lingkungan yang dibina oleh dinas kelautan dan perikanan bertujuan agar kader masyarakat yang sadar lingkungan sehingga dapat menularkan kesadaran ini pada masyarakat disekitarnya.”katanya”

Sementara bagian tehnik penanaman hutan Mangrove (bakau) yang dibiasa disapa Om Mon menjelaskan” ada tiga faktor penting dalam pembangunan perikanan berkalanjutan yang harus diperhatikan oleh masyarakat pesisir yang pertama adalah faktor ekonomi,sosial dan lingkungan faktor ekonomi yang dimaksud adalah dalam faktor ini sunber daya kelautan dan perikanan dan perikanan ini dapat memberikan kontribusi terhadap peningktan ekonomi dan kesejateraan masyarakat pesisir dan nelayan. Sosial adalah diharapkan pembangunan perikanan dan kelautan bisa menciptakan keadilan sosial dalam mengegolakan sumber daya  sementara lingkungan diharapakan pembangunan dan perikanan juga memperhatiakan aspek lingkungan yang artinya expluitasi sumberdaya perikanan dan kelautan tidak bisa dilakukan sehingga bisa merusak lingkungan itu sendiri karena lingkungan ini menjadi fariabel utama dalam menjamin keberlanjutan pemanfaatan sumberdaya laut dan pesisir   “ jelasnya”

Menurut masyarakat pesisir desa sanolo yang mendapat bantua penanaman pohon hutan Mangrove (Bakau) juwanda setelah dikonfirmasih oleh Koran ini pada hari senin 8/5 mengatakan “ saya atas nama masyarakat yang hidup didaerah pesisir sangat bersukur dengan adanya program pemerintah daerah kabupaten bima melalui DKP.(dinas kelautan dan perikanan ) kabupaten bima karena dengan adanya penanaman pohon hutang mangrove ini tentu akan menambah penghasilan kami dengan adanya pohon hutan mangrove (bakau) maka ikan-ikan  tidak akan kemana-mana selain dari pada itu, semua tambak yang ada dipinggir laut maka tidak akan terabrasi karena ada penangkisnya. “ Katanya “ (Is)

Advertisements